Sabtu, 16 November 2013

perlindungan tanaman di era globalisasi dan otonomi daerah



TUGAS MANDIRI
PERLINDUNGAN TANAMAN DALAM
ERA GLOBALISASI DAN OTONOMI DAERAH
DISUSUN OLEH
AHMAD RIDHO (11282103071)
PROGRAM SARJANA
FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN
JURUSAN AGROTEKNOLOGI UIN SUSKA RIAU 2012/2013
KATA PENGANTAR

 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. alhamdulillahirabbilalamin. Segala puji bagi Allah yang telah menolong kami menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan NYA mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta yakni nabi muhammad SAW.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang perlindungan tanaman dalam era globalisasi dan otonomi daerah yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “perlindungan tanaman dalam era globalisasi dan otonomi daerah”. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.














BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar belakang          
Pertanian merupakan suatu cabang ilmu yang membahas tumbuhan dan seluk beluk nya. Dalam pertanian ada beberapa ilmu yang harus di pelajari salah satu nya yaitu ilmu tentang perlindungan tanaman. Ilmu perlindungan tanaman sangat di perlukan di zaman sekarang,karna zaman sekarang banyak sekali saingan di kalangan masyrakat baik dari dalam negri maupun di luar negri. Perlindungan tanaman dalam perkembangan nya juga memerlukan teknologi yang majuterutama dalam penyemprotan dan penyerbukan. Dalam era globalisasi ilmu perlindungan tanaman telah berkembang pesat,di buktikan dengan banyak nya penelitian dan penemuan alat-alat canggih.dalam era globalisasi para petani tidak lagi bersusah payah untuk melindungi tanama dari OPT karna para ilmuan telah menemukan cara untuk mengendalikan OPT. Negara Indonesia merupakan negara demokrasi di buktikan dengan adanya otonomi daerah. Dengan ada nya otonomi daerah masyrakat sangat di untung kan,misalnya pada dunia pertanian. Sebagai contoh nya setiap daerah mempunyai dinas pertanian,jadi masyarakat dengan mudah menemukan hal yang bersangkutan dengan pertanian.

B.  Rumus masalah
     1.perlindungan tanaman di era globalisai
     2.perlindungan tanaman dalam otonomi daerah

B.      semoga dengan makalh ini kita dapat mengetahui cara perlindungan tanaman di era globalisasi dan juga mengetahui bahwasanya negara indonesia berperan dalam pertanian, di buktikan dengan ada nya otonomi daerah.








BAB II
PEMBAHASAN
A.     Perlindungan tanaman dalam era globalisasi
Dalam menghadapi persaingan bebas di era globalisasi ini, kita harus mampu menghasilkan produk pertanian yang berdaya saing. Hasil pertanian kita harus memenuhi standar mutu yang telah di tetapkan di pasar global. Dan untuk memelihara kepercayaan konsumen, produk-produk pertanian harus disediakan sebanyak yang dibutuhkan pasar dan berkelanjutan. Peran Pusat PVTPP menjadi krusial ketika kita diharapkan pada peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia. Sebagai bagian dari penghargaan kekayaan intelektual, Sistem PVT memberikan kepastian hukum bagi para pemilik varietas unggul, sehingga meningkatkan keberlanjutan inovasi dan pengembangan pemuliaan tanaman, dan memberikan dukungan penuh untuk perkembangan dunia pertanian pada umumnya. Sistem PVT terbukti menjadi salah satu faktor penyemangat dunia perakitan varietas unggul. Insentif yang didapat para pemulia dalam merakit varietas unggul yang diatur dalam sistem PVT, member kesempatan kepada mereka untuk melakukan re-investasi sehingga menjamin keberlanjutan kegiatan pemuliaan tanaman. Sistem PVT juga memberikan pengaruh positif bagi industri perbenihan di Indonesia. Dengan maraknya peredaran benih yang telah dilindungi Hak PVT di masyarakat memberikan kepastian bahwa benih yang digunakan konsumen benar-benar berkualitas tinggi.

Untuk mewujudkan itu semua kita harus melakukan perlindungan tanaman yang ekstra,agar hasil dari pertanian itu bisa di pasarkan di dalam negri dan luar negri. Banyak cara yang bisa di lakukan untuk mencapai itu semua diantara nya :
1.      Penggunaan teknologi maju
Perlindungan tanaman dalam perkembangan nyajuga memerlukan teknologi maju terutama dalam penyemprotandan penyerbukan.
Bubur bordeaux pertama kali di gunakan pada tanaman dengan cara mengoles-oleskan dengan sikat,selanjutnya di kembangkan penyemprotan punggung mekanik supaya cepat selesai, akan tetapi dengan cara ini 9,50% dari cairan tidak mengenai sasaran.
Pekembangan teknologi yang di perkenalkan sekarang adalah penyerbukan bermuatan listrik yaitu sebuk pestisida nya di beri muatan listrik.
2    menggunakan alat fisika
      Sejak di temukan nya mikroskop cahaya sifat morfologi jasat pengganggu dan siklus hidup nya dapat di pelajari dengan seksama. Dengan mempergunakan mikroskop polimerisasi bentuk virus mosaik dapat di amati sebelum di gunakan mikroskop elektron.
      Setelah kita mempelajari tentang morfologi OPT dan siklus hidup nya maka dengan mudah kita mengendalikan OPT tersebut. Setelah OPT di kendalikan maka hasil dari pertanian kita bisa bersaing di pasar global baik itu dari segi kualitas dan kuantitas nya.
3    mempelajari mikrobiologi tanah dan kimia tanah
      Studi dan pengendalian penyakit terbawa tanah adalah subjek yang sangat sukar, salah satu alasannya ialah karena tanah adalah substrat yang sangat kompleks sangat berbeda dari satu tempat ke tempat yang lain baik fisik, kimiawimaupun biotik nya.        
Adalah benar bahwa bumi yang padat itu terdiri hanya separoh bahwa padat sedang yang separoh lain nya kosong kecuali terdiri dari udara dan air. Karena itu dapat di mengerti mengapa banyak mikroorganisme, nematoda, larva serangga dan lain-lainnya ada dalam jumlah yang besar di dalam tanah.
Lain komplikasi yang timbul bagi ahli mikrobiologi tanah adalah pengaruh akar tanaman yang tumbuh terhadap kehidupan mikrobia yang di sebut daerah rhizosphere.
Kimia tanah juga tidak kalah penting untuk di pelajari, karna kimia tanah ada hubungan nya dengan penyakit fisiologikarena unsur hara. Umum nya karna kekurangan atau kelebihan unsur mikro yang sangat merugikan tanaman.
           
B.      Kerugian
Kerugian disini yaitu kerugian yang akan di alami kalau tidak melakukan perlindungan tanaman secara ekstra. Setiap kali terjadi serangan hamatentu akan menimbulkan luka (injury), dan luka tersebut akan mengakibatkan kerusakan (damage) pada tanaman. Jadi luka lebih difokuskan kepadahama dan aktifitasnya, sedang kerusakan lebih difokuskan kepada penyimpangan dari normal dan respon tanaman tersebut terhadap serangan. Dampak kerusakan adalah penurunan angka hasil (kuantitas) dan atau mutu hasil (kualitas). Bila penurunan angka hasil dan atau mutu hasil dirasakan secara ekonomik, maka OPT tersebut baru dapat dikategorikan sebagaihama, penyakit, maupun gulma. Jadi tolok ukurnya adalah nilai ekonomik kerusakan tanaman tersebut.
Sebagai ilustrasi dapat disampaikan beberapa contoh kejadian-kejadian sebagai berikut : serangan ulat kipat pada tanaman kedondong dan jambu mete mengakibatkan daun-daun kedondong dan mete meranggas bahkan habis dimakan oleh ulat tersebut yang populasinya ratusan sampai ribuan ekor per tanaman. Serangan ulat tersebut tidak pernah dihiraukan oleh pemiliknya, karena pemiliknya tahu bahwa dampak serangan itu akan membawa keuntungan ganda, yaitu setelah ulat menjadi kepompong maka kepompong tersebut bernilai ekonomik karena kandungan proteinnya tinggi. Sedang keuntungan kedua adalah tidak lama lagi tanaman akan bersemi kembali sambil muncul bunga-bunga yang cukup lebat. Dan tentunya hasil panennya lebih tinggi dibanding bila tidak terjadi serangan ulat tersebut. Apakah ulat kipat dapat dikategorikan sebagaihama?. Kelapa kopyor adalah penyimpangan buah akibat terserang virus, namun kelapa kopyor memiliki nilai ekonomik lebih tinggi dibanding kelapa biasa. Demikian juga bunga tulip yang terserang virus akan terjadi trotol-trotol yang membawa bunga tulip tersebut bernilai ekonomik lebih tinggi. Apakah patogen tersebut dapat dikategorikan sebagai penyakit tanaman ?
Ditinjau dari segi ekonomik ada beberapa istilah yang perlu diketahui, yaitu : Aras Luka Ekonomik (Economic Injury Level) adalah aras populasi hama terendah yang telah dapat menimbulkan kerugian secara ekonomik. Oleh karena itu tugas perlindungan tanaman adalah menjaga tingkat populasi hama agar tidak pernah sampai pada aras tersebut. Tidak kalah pentingnya adalah Ambang Ekonomik (Economic Threshold) adalah aras populasihama atau tingkat kerusakan tanaman yang pada aras tersebut telah dibenarkan penggunaan taktik pestisida untuk menekan populasihama agar tidak pernah sampai ke Aras Luka Ekonomik. Nilai ALE dan AE senantiasa berubah (dinamis) karena dipengaruhi oleh faktor pendukung yang tidak tetap seperti harga komoditi, biaya pengendalian OPT, kepekaan komoditi tersebut terhadap OPT, dan minat masyarakat terhadap komoditi tersebut.

C.      Perlindungan tanaman dalam otonomi daerah
Negara memberikan hak kepada setiap daerah untuk mengurus dan membangun daerah nya masing-masing. begitu juga hal nya dengan perlindungan tanaman, walaupun negara telah mengatur nya sesempurna mungkin, namun pemerintah juga memberikan hak kepada daerah masing masing untuk mengatur nya.karna setiap daerah tersebut mempunyai bermacam-macam kebutuhan.
Sebagai contoh dari perlindungan tanaman di dalam otonomi daerah yaitu dengan ada nya dinas pertanian dan balai penelitian, dengan ada nya dinas pertanian dan balai penelitian maka masyarakat sangat mudah menemukan hal-hal yang bersangkutan dengan pertanian seperti pestisida, pupuk dan lainnya.
Daerah juga memberikan kemudahan kepada petani yaitu dengan cara membangun koperasi, hal ini juga memudah kan petani melindungi tanaman, karena petani bisa melakukan peminjaman untuk membeli keperluan pertanian, misal nya membeli pupuk dan sebagai nya.








BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari pembahasan di bab sebelumnya kita dapat menyimpulkan bahwa Dalam menghadapi persaingan bebas di era globalisasi ini, kita harus mampu menghasilkan produk pertanian yang berdaya saing. Hasil pertanian kita harus memenuhi standar mutu yang telah di tetapkan di pasar global. Untuk mewujudkan itu semua kita harus melakukan perlindungan tanaman yang ekstra,agar hasil dari pertanian itu bisa di pasarkan di dalam negri dan luar negri.

B.      Saran
Alangkah baiknya bahasan dalam makalah kami ini tidak dijadikan sebagai acuan satu-satunya dalam menambah wawasan mengenai perlindungan tanaman dalam era globalisasi dan otonomi daerah.


















DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN....................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................... 2
A.      Perlindungan tanaman dalam era globalis........................... 2
B.      Kerugian................................................................................ 2
C.      Perlindungan tanaman dalam otonomi daerah......................3
BAB III PENUTUP................................................................................................. 4


















DAFTAR PUSTAKA

Triharso, 2010.Dasar-dasarPerlindunganTanaman.GadjahMada University Press.Jakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar