TUGAS MANDIRI
PERLINDUNGAN TANAMAN DALAM
ERA GLOBALISASI DAN OTONOMI DAERAH

DISUSUN OLEH
AHMAD RIDHO (11282103071)
PROGRAM SARJANA
FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN
JURUSAN AGROTEKNOLOGI UIN SUSKA RIAU
2012/2013
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
alhamdulillahirabbilalamin. Segala puji bagi Allah yang telah menolong kami
menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan NYA mungkin
penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. shalawat dan salam
semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta yakni nabi muhammad SAW.
Makalah ini disusun agar pembaca
dapat memperluas ilmu tentang perlindungan tanaman dalam era globalisasi dan
otonomi daerah yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.
Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang
datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh
kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang
“perlindungan tanaman dalam era globalisasi dan otonomi daerah”. Walaupun
makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas
bagi pembaca.
Semoga makalah ini dapat memberikan
wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan
dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pertanian
merupakan suatu cabang ilmu yang membahas tumbuhan dan seluk beluk nya. Dalam
pertanian ada beberapa ilmu yang harus di pelajari salah satu nya yaitu ilmu
tentang perlindungan tanaman. Ilmu perlindungan tanaman sangat di perlukan di
zaman sekarang,karna zaman sekarang banyak sekali saingan di kalangan masyrakat
baik dari dalam negri maupun di luar negri. Perlindungan tanaman dalam
perkembangan nya juga memerlukan teknologi yang majuterutama dalam penyemprotan
dan penyerbukan. Dalam era globalisasi ilmu perlindungan tanaman telah
berkembang pesat,di buktikan dengan banyak nya penelitian dan penemuan
alat-alat canggih.dalam era globalisasi para petani tidak lagi bersusah payah
untuk melindungi tanama dari OPT karna para ilmuan telah menemukan cara untuk
mengendalikan OPT. Negara Indonesia merupakan negara demokrasi di buktikan
dengan adanya otonomi daerah. Dengan ada nya otonomi daerah masyrakat sangat di
untung kan,misalnya pada dunia pertanian. Sebagai contoh nya setiap daerah
mempunyai dinas pertanian,jadi masyarakat dengan mudah menemukan hal yang
bersangkutan dengan pertanian.
B. Rumus masalah
1.perlindungan
tanaman di era globalisai
2.perlindungan
tanaman dalam otonomi daerah
B.
semoga dengan makalh ini kita
dapat mengetahui cara perlindungan tanaman di era globalisasi dan juga
mengetahui bahwasanya negara indonesia berperan dalam pertanian, di buktikan
dengan ada nya otonomi daerah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perlindungan tanaman dalam era globalisasi
Dalam menghadapi
persaingan bebas di era globalisasi ini, kita harus mampu menghasilkan produk
pertanian yang berdaya saing. Hasil pertanian kita harus memenuhi standar mutu
yang telah di tetapkan di pasar global. Dan untuk memelihara kepercayaan
konsumen, produk-produk pertanian harus disediakan sebanyak yang dibutuhkan
pasar dan berkelanjutan. Peran Pusat PVTPP menjadi krusial ketika kita
diharapkan pada peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia. Sebagai
bagian dari penghargaan kekayaan intelektual, Sistem PVT memberikan kepastian
hukum bagi para pemilik varietas unggul, sehingga meningkatkan keberlanjutan
inovasi dan pengembangan pemuliaan tanaman, dan memberikan dukungan penuh untuk
perkembangan dunia pertanian pada umumnya. Sistem PVT terbukti menjadi salah
satu faktor penyemangat dunia perakitan varietas unggul. Insentif yang didapat
para pemulia dalam merakit varietas unggul yang diatur dalam sistem PVT, member
kesempatan kepada mereka untuk melakukan re-investasi sehingga menjamin
keberlanjutan kegiatan pemuliaan tanaman. Sistem PVT juga memberikan pengaruh
positif bagi industri perbenihan di Indonesia. Dengan maraknya peredaran benih
yang telah dilindungi Hak PVT di masyarakat memberikan kepastian bahwa benih
yang digunakan konsumen benar-benar berkualitas tinggi.
Untuk mewujudkan
itu semua kita harus melakukan perlindungan tanaman yang ekstra,agar hasil dari
pertanian itu bisa di pasarkan di dalam negri dan luar negri. Banyak cara yang
bisa di lakukan untuk mencapai itu semua diantara nya :
1.
Penggunaan teknologi maju
Perlindungan tanaman dalam perkembangan
nyajuga memerlukan teknologi maju terutama dalam penyemprotandan penyerbukan.
Bubur bordeaux pertama kali di gunakan
pada tanaman dengan cara mengoles-oleskan dengan sikat,selanjutnya di
kembangkan penyemprotan punggung mekanik supaya cepat selesai, akan tetapi
dengan cara ini 9,50% dari cairan tidak mengenai sasaran.
Pekembangan teknologi yang di
perkenalkan sekarang adalah penyerbukan bermuatan listrik yaitu sebuk pestisida
nya di beri muatan listrik.
2 menggunakan alat fisika
Sejak di temukan nya mikroskop
cahaya sifat morfologi jasat pengganggu dan siklus hidup nya dapat di pelajari
dengan seksama. Dengan mempergunakan mikroskop polimerisasi bentuk virus mosaik
dapat di amati sebelum di gunakan mikroskop elektron.
Setelah kita mempelajari tentang
morfologi OPT dan siklus hidup nya maka dengan mudah kita mengendalikan OPT
tersebut. Setelah OPT di kendalikan maka hasil dari pertanian kita bisa
bersaing di pasar global baik itu dari segi kualitas dan kuantitas nya.
3 mempelajari mikrobiologi tanah
dan kimia tanah
Studi dan pengendalian penyakit
terbawa tanah adalah subjek yang sangat sukar, salah satu alasannya ialah
karena tanah adalah substrat yang sangat kompleks sangat berbeda dari satu
tempat ke tempat yang lain baik fisik, kimiawimaupun biotik nya.
Adalah benar bahwa bumi yang padat itu terdiri
hanya separoh bahwa padat sedang yang separoh lain nya kosong kecuali terdiri
dari udara dan air. Karena itu dapat di mengerti mengapa banyak mikroorganisme,
nematoda, larva serangga dan lain-lainnya ada dalam jumlah yang besar di dalam
tanah.
Lain komplikasi yang timbul bagi ahli
mikrobiologi tanah adalah pengaruh akar tanaman yang tumbuh terhadap kehidupan
mikrobia yang di sebut daerah rhizosphere.
Kimia tanah juga tidak kalah penting
untuk di pelajari, karna kimia tanah ada hubungan nya dengan penyakit
fisiologikarena unsur hara. Umum nya karna kekurangan atau kelebihan unsur
mikro yang sangat merugikan tanaman.
B.
Kerugian
Kerugian disini yaitu kerugian yang
akan di alami kalau tidak melakukan perlindungan tanaman secara ekstra. Setiap kali terjadi serangan
hamatentu akan menimbulkan luka (injury), dan luka tersebut akan mengakibatkan
kerusakan (damage) pada tanaman. Jadi luka lebih difokuskan kepadahama dan
aktifitasnya, sedang kerusakan lebih difokuskan kepada penyimpangan dari normal
dan respon tanaman tersebut terhadap serangan. Dampak kerusakan adalah
penurunan angka hasil (kuantitas) dan atau mutu hasil (kualitas). Bila
penurunan angka hasil dan atau mutu hasil dirasakan secara ekonomik, maka OPT
tersebut baru dapat dikategorikan sebagaihama, penyakit, maupun gulma. Jadi
tolok ukurnya adalah nilai ekonomik kerusakan tanaman tersebut.
Sebagai ilustrasi dapat disampaikan
beberapa contoh kejadian-kejadian sebagai berikut : serangan ulat kipat pada
tanaman kedondong dan jambu mete mengakibatkan daun-daun kedondong dan mete
meranggas bahkan habis dimakan oleh ulat tersebut yang populasinya ratusan
sampai ribuan ekor per tanaman. Serangan ulat tersebut tidak pernah dihiraukan
oleh pemiliknya, karena pemiliknya tahu bahwa dampak serangan itu akan membawa
keuntungan ganda, yaitu setelah ulat menjadi kepompong maka kepompong tersebut
bernilai ekonomik karena kandungan proteinnya tinggi. Sedang keuntungan kedua
adalah tidak lama lagi tanaman akan bersemi kembali sambil muncul bunga-bunga
yang cukup lebat. Dan tentunya hasil panennya lebih tinggi dibanding bila tidak
terjadi serangan ulat tersebut. Apakah ulat kipat dapat dikategorikan
sebagaihama?. Kelapa kopyor adalah penyimpangan buah akibat terserang virus,
namun kelapa kopyor memiliki nilai ekonomik lebih tinggi dibanding kelapa
biasa. Demikian juga bunga tulip yang terserang virus akan terjadi
trotol-trotol yang membawa bunga tulip tersebut bernilai ekonomik lebih tinggi.
Apakah patogen tersebut dapat dikategorikan sebagai penyakit tanaman ?
Ditinjau dari segi ekonomik ada
beberapa istilah yang perlu diketahui, yaitu : Aras Luka Ekonomik (Economic
Injury Level) adalah aras populasi hama terendah yang telah dapat menimbulkan
kerugian secara ekonomik. Oleh karena itu tugas perlindungan tanaman adalah
menjaga tingkat populasi hama agar tidak pernah sampai pada aras tersebut.
Tidak kalah pentingnya adalah Ambang Ekonomik (Economic Threshold) adalah aras
populasihama atau tingkat kerusakan tanaman yang pada aras tersebut telah
dibenarkan penggunaan taktik pestisida untuk menekan populasihama agar tidak
pernah sampai ke Aras Luka Ekonomik. Nilai ALE dan AE senantiasa berubah
(dinamis) karena dipengaruhi oleh faktor pendukung yang tidak tetap seperti
harga komoditi, biaya pengendalian OPT, kepekaan komoditi tersebut terhadap
OPT, dan minat masyarakat terhadap komoditi tersebut.
C.
Perlindungan
tanaman dalam otonomi daerah
Negara
memberikan hak kepada setiap daerah untuk mengurus dan membangun daerah nya
masing-masing. begitu juga hal nya dengan perlindungan tanaman, walaupun negara
telah mengatur nya sesempurna mungkin, namun pemerintah juga memberikan hak
kepada daerah masing masing untuk mengatur nya.karna setiap daerah tersebut
mempunyai bermacam-macam kebutuhan.
Sebagai
contoh dari perlindungan tanaman di dalam otonomi daerah yaitu dengan ada nya
dinas pertanian dan balai penelitian, dengan ada nya dinas pertanian dan balai
penelitian maka masyarakat sangat mudah menemukan hal-hal yang bersangkutan
dengan pertanian seperti pestisida, pupuk dan lainnya.
Daerah
juga memberikan kemudahan kepada petani yaitu dengan cara membangun koperasi,
hal ini juga memudah kan petani melindungi tanaman, karena petani bisa
melakukan peminjaman untuk membeli keperluan pertanian, misal nya membeli pupuk
dan sebagai nya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di bab
sebelumnya kita dapat menyimpulkan bahwa Dalam menghadapi persaingan bebas di era
globalisasi ini, kita harus mampu menghasilkan produk pertanian yang berdaya
saing. Hasil pertanian kita harus memenuhi standar mutu yang telah di tetapkan
di pasar global. Untuk mewujudkan itu semua kita harus melakukan perlindungan
tanaman yang ekstra,agar hasil dari pertanian itu bisa di pasarkan di dalam
negri dan luar negri.
B. Saran
Alangkah baiknya
bahasan dalam makalah kami ini tidak dijadikan sebagai acuan satu-satunya dalam
menambah wawasan mengenai perlindungan tanaman dalam era globalisasi dan
otonomi daerah.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................
i
DAFTAR
ISI..........................................................................................................
ii
BAB 1
PENDAHULUAN.......................................................................................
1
BAB II
PEMBAHASAN.........................................................................................
2
A.
Perlindungan tanaman dalam era
globalis........................... 2
B.
Kerugian................................................................................ 2
C.
Perlindungan tanaman dalam
otonomi daerah......................3
BAB III
PENUTUP.................................................................................................
4
DAFTAR
PUSTAKA
Triharso,
2010.Dasar-dasarPerlindunganTanaman.GadjahMada University Press.Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar